Mengakhiri sebuah hubungan itu menyakitkan. Apalagi kalau kamu tadinya sudah sangat yakin bahwa hubungan kalian akan bertahan bahkan berlanjut hingga pelaminan.

Namun kehidupan harus terus berjalan dan kamu tidak bisa terus-terusan berkubang di dalam kesedihan yang terlalu larut. Kamu harus bangkit kembali, nggak peduli bagaimana sembabnya matamu, kamu harus mengangkat kepalamu dan menghadapi dunia.

“Ngomong ‘move on’ sih gampang, Van! Elo nggak ngerasain hancurnya hati gue!”

Oke, aku akui, ngomong tentang cara move on memang gampang, praktiknya susyaahh tingkat dewa! Tapi… di dunia ini, yang mengalami pahit getirnya sebuah hubungan bukan cuma kamu. Iya, kamu yang ngakunya “I’m fine” tapi tiap buka lock screen HP mata langsung berkaca-kaca.

Keluar dari sebuah hubungan sama pentingnya dengan memasuki hubungan tersebut. Kebanyakan PDKT memang harus berakhir dengan cara move on, sampai akhirnya kamu menemukan pasangan hidupmu yang sejati.

Move on akan membebaskan semua rasa sakit yang kamu pendam. Dengan mengucapkan selamat tinggal dan berpisah dengan cara yang sehat, kamu akan terhindar dari kemarahan, penyangkalan, prasangka buruk, pemikiran obsesif dan hal-hal yang nantinya akan kamu sesali.

Jadi, tahan dulu kegalauanmu dan simak artikel yang mungkin bisa membantu menyelamatkan kejiwaanmu:

10 Cara Move On Terbaik Untuk Kamu Yang Ngakunya Baik-baik Saja

1. Terimalah kenyataannya, hubungan kalian sudah berakhir

Headfirst! Inilah poin tersulit dari move on, tapi ini juga poin paling penting untuk bisa memulai langkah pertamamu untuk move on. Bila kamu masih belum bisa menerima kenyataan ini, maka semua usahamu untuk bangkit dan move on akan sia-sia.

Untuk bisa menghadapi kenyataan sebagai mana mestinya, kamu butuh waktu untuk berdamai dengan dirimu, peluk dirimu dan pahami perasaanmu sendiri. Penerimaan adalah sebuah langkah yang hanya bisa kamu ambil dalam situasi mental yang sehat.

Butuh kekuatan mental yang besar untuk bisa membulatkan hatimu, untuk itu kamu bisa ambil break sebentar, pergilah ke tempat yang kamu sukai dengan teman-temanmu, lakukan hal-hal yang membuatmu senang dan tenang, berjalan-jalan atau mungkin menyanyi atau menggambar atau melukis abstrak, lampiaskan semua energi negatifmu.

2. Biarkan waktu yang menghapus sakitmu.

Kamu berhak untuk bersedih, kamu berhak untuk menangis, kamu juga berhak untuk meraung-raung. Setelah kamu puas bersedih, bangkit dan terimalah rasa sakit itu seperti kamu menerima kenyataan berakhirnya hubungan itu. Jangan lari dari kenyataan, jangan berpura-pura.

Setelah langkah pertama kamu ambil, sebenarnya kamu sudah memasuki tahapan untuk move on. Jangan pungkiri perasaanmu dan jadilah terbuka pada orang-orang terdekatmu, mereka akan mengerti dan itu akan mengurangi tekanan pada dirimu.

Jangan paksa dirimu untuk cepat-cepat melupakan semua rasa sakit itu. Kamu hanya akan menemukan dirimu dikejar-kejar oleh bayang-bayang masa lalu. Jalani saja prosesnya, dan biarkan waktu yang menghapus semua rasa sakit itu.

3. Jangan stalking ke akun medsos mantan!

Stop melakukan kebodohan ini sebelum kamu terjangkit OCD karenanya. Jangan sampai kamu menjadi obsesif dan menguntit setiap kegiatannya di dunia maya bahkan di dunia nyata. Itu benar-benar bodoh. Stalking hanya menunjukkan bahwa you don’t have a life and keep nagging others. It sucks!

Stalking juga bisa memperburuk keadaan emosionalmu, membuatmu merasa was-was terhadap hal-hal bodoh dan yang paling buruk, stalking menumbuhkan benih dendam di hatimu.

Mungkin mantan kamu memang brengsek, mungkin dia memang selingkuh, mungkin dia pantas menerima ganjarannya. Tapi, nggak harus kamu yang membalasnya. Karma itu ada. Dia akan menuai apa yang ditaburnya.

Menyimpan dendam juga bukan tindakan yang bijak. Selain buang-buang energi, dendam tidak akan menyembuhkan lukamu. Dendam tidak akan membawa keuntungan apapun, hanya memperparah rasa sakit yang sudah kalian buat satu sama lain.

Jadi, demi kesehatan mentalmu, do not stalk your ex!

4. Jangan paksakan kalian untuk ‘temenan aja’, karena putus itu bukan cuma perkara ganti status relationship di Facebook.

Memaksakan kalian untuk langsung ‘temenan aja’ setelah beberapa episode perpisahan yang penuh drama bukanlah tindakan yang bijak. Tidak mungkin kalian bisa langsung jadi teman setelah tadinya saling memaki dan nangis bombay. No way!

Emosi itu bukan kayak lampu, bisa diatur pakai saklar ON/OFF. Nggak ada saklar PACAR/TEMENAN AJA!

Jadi apabila mantanmu memaksakan untuk bertingkah seolah kalian sudah cool dan berteman, bisa jadi dia melakukan itu supaya dia tidak merasa bersalah telah mencampakkanmu. Orang brengsek macam ini tidak perlu ada di daftar temanmu!

Kalau ternyata kalian memang putus secara baik-baik, kamu mungkin tidak akan keberatan untuk tetap berteman dengannya. Tapi, kamu tetap saja butuh waktu untuk menenangkan dirimu, jangan tergesa-gesa. Ingatlah, terkadang ada seseorang yang kita sayangi namun harus menjaga jarak dengan kita.

cara move on

5. Jangan terjebak hubungan tanpa status dengan mantanmu

Ini mungkin kedengaran konyol bagi beberapa orang, tapi kenyataannya ada banyak orang yang terjebak dalam kebodohan ini. Bayangkan, seseorang telah menolak dan memutuskanmu, tapi kamu membiarkannya tetap intim denganmu. Ini bodoh!

Kamu akan terjebak dalam perasaan yang berharap bahwa masih ada kemungkinan hubungan kalian akan kembali. Padahal bisa jadi mantanmu itu hanya memanfaatkanmu untuk pelampiasan sementara mereka masih mencari gebetan baru!

Bila kamu mengalami ini, hentikan sekarang juga! Masih banyak orang-orang yang lebih bisa menyayangimu dan berkomitmen untukmu, bukan seseorang yang cuma memanfaatkan ‘jatah mantan’ darimu.

6. Jatuh cintalah pada hidupmu lagi.

Salah satu keuntungan menjadi single adalah kamu mendapatkan hidup dan waktumu kembali. Kamu bisa menjalin kembali hubunganmu dengan teman-temanmu, keluargamu atau saudaramu. Fokuskan kembali energi hidupmu. Mungkin hubunganmu dulu dengan mantanmu telah menyita banyak waktu dan tenagamu sehingga kamu menelantarkan kegiatan-kegiatan yang dulu menjadi hobby dan kesenanganmu.

Buatlah agenda untuk membangun dan menata kembali hidupmu. Rencanakan kegiatanmu perlahan-lahan, jangan tergesa-gesa. Karena kamu masih belum sepenuhnya pulih. Bila kamu melakukannya dengan baik, kamu akan mulai menyadari bahwa ada banyak sekali hal-hal menarik dalam hidupmu yang menanti untuk kamu eksplorasi.

Menemukan kembali hidupmu dan jatuh cinta lagi (pada hidupmu) adalah sebuah perjalanan yang mematangkan dirimu secara emosional. Saat kamu berhasil melakukannya, kamu sesungguhnya sudah benar-benar move on. Karena seperti kata Koh @aMrazing, kalau kamu nggak punya kapasitas untuk mencintai dirimu sendiri, maka kamu juga nggak punya kapasitas untuk dicintai orang lain.

7. Evaluasi kegagalanmu

Langkah yang satu ini sebaiknya kamu ambil setelah kamu menuntaskan langkah paling pertama, yaitu menerima kenyataan berakhirnya hubunganmu dengan si dia. Karena setelah itu kamu baru bisa melihat segala sesuatunya dengan jelas. Kamu bisa mengesampingkan egomu dan mulai menelusur kembali, di mana sebenarnya letak masalah keretakan hubungan kalian, apa yang membuat masalah menjadi meruncing dan apa yang sebenarnya menjadi racun dalam hubungan kalian.

Evaluasi bukan untuk mengungkit luka lama, tapi untuk menjadi bekal di hubunganmu yang selanjutnya. Kamu jadi lebih matang dan bijaksana bila masalah-masalah serupa terulang kembali. Perpisahan bisa menjadi awal dari hal-hal yang baik.

8. Jangan buru-buru memulai hubungan yang baru.

Beberapa orang mungkin mencoba menutupi luka mereka dengan mencari pacar baru sesegera mungkin untuk mengisi rasa kehilangan dan kesendirian. Ada juga yang sudah menyiapkan seseorang di belakang layar sebagai cadangan. Menyiapkan seseorang sebagai cadangan atau menjadi ban serap untuk seseorang sangat jarang berakhir baik. Keduanya sama-sama main api.

Sayangnya, mengatasi patah hati itu bukan perkara mudah. Bukan semudah mencari pacar baru atau tinggal melantik pacar cadangan. Kalau memang semudah itu, tidak mungkin kamu membaca artikel cara move on seperti ini.

Kamu hanya perlu menjalani patah hati sesuai prosesnya. Biarkan waktu yang menyembuhkan lukamu seiring kamu membangun kembali kehidupanmu agar siap memasuki hubungan baru yang lebih sehat dan positif.

9. Bakar foto, kenangan dan surat cinta dari mantan.

Oke, yang satu ini mungkin terdengar ekstrem dan kekanak-kanakan. Mungkin beberapa di antara kalian menganggap memori bersama mantan itu masih layak disimpan sebagai kenangan tanpa mengganggu proses move on kalian. Tapi sayangnya tidak semua orang seperti itu, bahkan mayoritasnya tidak seperti itu.

Bila setiap hari kamu bangun dengan melihat foto-foto kenangan bersama mantan terpampang di dinding kamarmu, di lock screen HPmu, di wallpaper laptopmu, kamu tidak akan move on.  Kamu bisa menyingkirkan semua barang-barang keramat dari mantanmu itu ke suatu kotak yang bisa kamu tutup rapat bila kamu memang belum rela membakarnya, simpan jauh-jauh sehingga kamu tidak tergoda untuk sering-sering membongkarnya.

10. Ingatlah, masih banyak orang lain di luar sana

Banyak orang akan masuk ke dalam hidup kita, banyak di antara mereka akan mengajari kita pelajaran-pelajaran kehidupan yang mendewasakan kita. Sepanjang hidup kita akan selalu belajar sesuatu dari setiap hubungan yang kita lalui.

Walaupun kamu saat ini sedang mencintai seseorang, belum tentu dia adalah satu-satunya orang yang akan kamu cintai seumur hidupmu. Kalau memang dia adalah cinta sejatimu, kamu akan tahu. Kalaupun tidak, kamu tidak perlu memohon agar seseorang itu mencintai dan menyayangimu sebagaimana kamu mencintainya. Milikilah pola pikir terbuka, yakinlah bahwa setiap akhir adalah sebuah awal untuk sesuatu yang baru, yang pasti akan lebih baik dari pada yang sudah pernah kamu alami.

Jadi untuk kalian yang sebenarnya masih menggalau karena belum move on, kalian tidak sendirian. Kalian tidak perlu malu, karena menemukan cara move on yang tepat memang bukanlah perkara mudah. Terimalah kenyataannya, beri waktu untuk dirimu, jangan mendendam, fokuskan energimu untuk menemukan kembali hidupmu, percayalah yang terbaik selalu masih ada di depan. The best is yet to come!