Sore ini aku duduk di sudut loteng Starbucks Merdeka Walk. Mejaku ada di pojok kanan, berkawan jendela kaca bening yang membingkai pemandangan jantung kota yang tak pernah sepi. Hotel Grand Aston berdiri megah bermandikan cahaya mentari senja. Di depannya berdiri dua gedung putih berarsitektur eropa klasik; peninggalan kolonial Belanda. Gedung Walikota lama dan Gedung De Javasche Bank yang kini menjadi Bank Indonesia.

To be honest, I’m not so into classics. Tapi tak bisa kupungkiri, arsitektur jadul tetap memiliki daya tarik tersendiri.

Akhir tahun lalu (2016), aku menjajaki Singapura untuk pertama kalinya. Singapura, adalah sebuah pulau kecil yang menjadi salah satu raksasa ekonomi dan perdagangan dunia. Tapi kali ini, yang ingin aku angkat adalah apa yang bisa aku lihat di jalanan kotanya.

jalan jalan singapur

A photo posted by Evan Stinger (@evanstinger) on

Singapura adalah sebuah galeri seni yang terselip di antara kaki-kaki pencakar langit.

Kota ini sangat ramah pejalan kaki. Trotoarnya lapang, terintegrasi dengan berbagai taman kota dan penyeberangan yang menyatu dengan gedung-gedung di sekitarnya.

jalan jalan singapur

 

Sepanjang jalan aku melihat patung/monumen kecil/tugu/sculpture yang entah bagaimana mengisi ruang kota itu dengan sempurna. Sayangnya, naluri fotografiku tenggelam oleh nafsuku sebagai seorang art gazer yang semi-autis. Aku baru ingat mengabadikannya setelah mulai merasakan panas yang menggigit otot-otot betisku. Lain kali kalau ingin jalan-jalan autis begini jangan lupa bawa Counterpain atau semacamnya. 

singapore art

 

 

singapore art

Semakin aku berkeliling dan melihat lebih banyak struktur-struktur indah di kota singa ini, semakin aku menyesali keputusanku yang nggak mau repot-repot bawa kamera DSLR. Tapi mungkin, kesalahan ini jugalah yang menjadi alasanku untuk kembali mengunjungi Singapura di musim liburan mendatang.

singapore esplanade

 

Malamnya aku berjalan lagi mengitari Marina Bays Walk, melalui Double Helix hingga akhirnya berlabuh di Esplanade. Lagi-lagi, Singapura memanjakan para pengunjungnya dengan seni. Di Esplanade hampir setiap malam ada konser musik yang memukau, dan yang lebih memukau lagi, konser ini gratis dan semua orang bebas menontonnya.

Singapore is not just a feast for your eyes, it’s also a remedy for your soul.