Kebanyakan orang akan merasa sedih dan kesepian saat mulai menyadari satu per satu teman-temannya berkurang. Mulai dari teman yang menimba ilmu ke luar negeri, pindah domisili karena tuntutan karir bahkan yang harus mengikuti pasangan hidupnya (suami/istri). Tapi kamu perlu tahu, bahwa sebenarnya semua itu normal dan semua orang mengalaminya. Semakin usia kita bertambah tua, teman-teman kita akan semakin berkurang.

Kenapa Saat Kita Semakin Tua, Teman Kita Semakin Berkurang?

Saat kamu mulai melangkah keluar dari kampus menuju dunia karir, kamu akan segera memasuki fase kehidupan yang baru—yang berbeda dengan dunia pendidikan. Kalau dulu kalian suka ngumpul, nongkrong dan main ke sana-sini dengan bebasnya, hal itu tidak akan mudah lagi untuk kalian lakukan. Bahkan, seringkali hal-hal itu tidak akan terulang kembali.

Kenapa? Karena seiring usiamu bertambah, seharusnya cara berpikir dan mentalmu juga sudah semakin matang. Kamu akan lebih memiliki rasa bertanggung jawab; kamu akan mulai memikirkan masa depanmu dan merencanakan kehidupan macam apa yang ingin jalani.

Mungkin kamu belum bisa menerimanya dengan baik, tapi berikut ini adalah beberapa alasan yang mungkin bisa membuatmu mengerti bahwa kehilangan kedekatan dengan beberapa teman-temanmu saat beranjak dewasa bukanlah hal yang buruk.

 

Keluarga, Karir dan Impianmu

Seiring usiamu bertambah, kamu akan menjadi semakin matang dalam berpikir dan merencanakan masa depanmu. Pertama-tama, kamu akan mulai menyadari bahwa orangtuamu sudah menjadi (semakin) tua. Kamu akan mulai merasa bertanggung jawab untuk dirimu dan kelak membantu orangtuamu. Untuk itu kamu akan mulai memprioritaskan waktumu untuk mengejar karir yang menentukan masa depanmu.

Saat kamu mulai bekerja dan mengejar karir, kamu akan menyadari bahwa waktumu sebagian besar terpakai untuk bekerja. Kamu akan mulai memperlakukan waktumu dengan bijak, mengutamakan quality time dengan keluarga dan orang-orang yang kamu cintai.

Memang, rasanya pasti tidak enak untuk meninggalkan kawan-kawan yang dulu sering ngumpul dan main bersama. Tapi, pasti akan lebih tidak enak lagi bila kamu menghabiskan waktumu di luar sana untuk hura-hura dan main-main bersama kawan-kawanmu sampai pagi dan meninggalkan pekerjaan/karirmu terbengkalai. Pilih mana?

Baca juga > Sepenggal Cerita Terlarang Tentang Kedewasaan

Lingkungan Pergaulan Yang Tidak Membangun.

Mempertahankan pertemanan itu bukan perkara mudah, kamu harus mengorbankan waktu bahkan biaya untuk itu. Semakin kamu beranjak dewasa, kamu akan menyadari mana pertemanan yang memang penting untuk kamu pertahankan dan mana yang sebenarnya tidak penting.

Mungkin kamu masih ingat masa remajamu yang sebenarnya masih begitu segar dalam ingatan. Mungkin kamu pernah menjadi remaja pemberontak, bergaul dengan anak-anak muda yang juga punya cara pikir yang sama. Segala macam kenakalan remaja itu sudah lewat masanya. Mungkin rasanya berat meninggalkan teman-teman yang dulu pernah nakal bersamamu. Tapi ini adalah bukti bahwa kamu sudah beranjak dewasa. Bila kamu tidak siap meninggalkannya, ini juga bukti bahwa kamu belum siap untuk beranjak dewasa.

 

Jarak Geografis

Saat aku lulus SMA, aku dan sahabatku mengikuti seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri yang sama karena kami berharap untuk bisa terus bersama. Namun Tuhan mungkin berkehendak lain. Aku lulus ke Fakultas Psikologi, sementara dia tidak. Sahabatku itu tidak menyerah begitu saja, dia kembali mengikuti bimbingan untuk seleksi yang lain. Akhirnya pada Agustus 2009 dia diterima di STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) pada jurusan Perpajakan. Aku di Medan dan dia di Bintaro.

Persahabatan kami tetap berlangsung, meski hanya lewat media sosial dan sesekali bertemu saat momen liburan. Kami memang tidak bisa sedekat dulu lagi. Dulu kami belajar bersama, ngulik musik bersama, bikin band dan membuat keonaran bersama-sama. Sekarang semua itu hanya tinggal kenangan manis. Karena kami harus beranjak dewasa dan mulai memikirkan masa depan dan keluarga masing-masing. Honestly, it sucks! But, that’s life; and we have to cope with it.

 

Jalan Hidup Yang Berbeda

Saat kita bertambah tua dan dewasa, kita mulai menemukan jati diri kita. Seiring waktu dan pengalaman-pengalaman hidup, kita mulai memiliki kebiasaan, hobi, keyakinan, filosofi, selera bahakan pandangan politik yang berbeda. Bila dulu kita bersenang-senang dengan puluhan bahkan ratusan teman-teman kita tanpa perlu memikirkan seluruh bumbu-bumbu kehidupan itu, sekarang semua itu hampir mustahil.

Sebagai contohnya, silahkan ingat teman-temanmu sekelas dulu. Saat ini mereka mungkin sudah tumbuh menjadi orang-orang yang sangat berbeda. Ada yang menjadi guru atau dosen, ada yang menjadi pengusaha, ada yang menjadi karyawan, ada yang menjadi pengacara, ada yang menjadi marketing MLM, ada yang menjadi artis dangdut lokal, ada yang jualan follower instagram, ada yang jadi istri muda pejabat, ada juga yang jadi ibu rumah tangga yang soleha. Kalau kamu mau ngajak mereka cuma buat ngumpul makan malam saja, pasti sulit banget! Ada yang mendadak vegetarian, ada yang takut buncit, ada yang merasa nggak level makan di sana, ada juga yang hanya mau ikut kalau ada yang bayarin.

People changes. Jangan kaget. Jangan sedih. Justru inilah alasan kenapa kamu harus memulai pertemanan yang baru. Kamu bisa mulai membangun relasi dengan orang-orang yang memiliki jalan hidup yang sama denganmu, hobi dan minat yang sama. Sehingga ke depannya pertemananmu akan lebih berkualitas dan bermanfaat.

 

Prioritas

Saat kamu beranjak dewasa, kamu juga menjadi lebih bijaksana dalam menilai orang lain. Kamu akan bisa memilah-milah, mana teman yang benar-benar teman, mana yang teman makan teman.

Kamu nggak butuh terlalu banyak orang di sekitarmu. Kamu hanya butuh mereka yang benar-benar peduli dan berkontribusi pada kehidupanmu. Kamu hanya perlu meletakkan prioritasmu pada mereka yang juga menjadikan kamu prioritasnya. Memiliki satu dua sahabat dekat yang memahamimu, siap menjadi pendengar yang baik, siap menamparmu saat kamu tersesat, siap tertawa dan menangis bersama; satu dua sahabat sejati seperti ini lebih berharga dari ribuan teman yang cuma menekan tombol Like itu.