Apa itu Bitcoin? (Crypto Basic Series By Evan Stinger)

Apa itu Bitcoin (TL;DR)
Bitcoin adalah mata uang digital terdesentralisasi paling pertama dan terpopuler saat ini. Bitcoin (BTC) beroperasi menggunakan teknologi Blockchain, sehingga penggunanya dapat bertransaksi tanpa memerlukan pihak ketiga (seperti Bank atau Credit Card). Bitcoin adalah pelopor cryptocurrency yang bersifat transparan, efisien, trustless dan immutable karena tidak bisa dikendalikan oleh otoritas manapun termasuk pemerintah.

Sudah mulai sering mendengar tentang Bitcoin? Aku penasaran, apa kira-kira yang terbayang di benak kalian saat mendengar kata Bitcoin ini?

Apakah kalian membayangkan kepingan coin emas dengan cetakan sirkuit data komputer dan logo besar ฿ tercantum di sisinya?

apa itu bitcoin
Apa itu Bitcoin?

Ehm, tidak. Tidak! Kepingan koin logam berwarna emas itu bukan Bitcoin, itu hanya… Aku pun bingung mau menyebutnya apa, hahaha. Pastinya, Bitcoin tidak memiliki wujud fisik sama sekali.

Apa itu Bitcoin?

Bitcoin adalah bit, sekumpulan data yang dikodekan dengan cryptography dan didistribusikan menggunakan teknologi Blockchain yang ditopang oleh jutaan komputer selama 24/7 di seluruh dunia. Pelajari lebih lanjut tentang apa itu Blockchain di sini.

Bitcoin merupakan pelopor bagi cryptocurrency, mata uang digital yang tidak terikat pada institusi sentral ataupun regulator seperti bank dan pemerintah suatu negara. Artinya, Bitcoin memungkinkan penggunanya untuk mengirim/menerima nilai tanpa memerlukan bank, tanpa harus direpotkan dengan regulasi antar negara dan semuanya berlangsung cepat, efisien dan tidak bisa dihentikan oleh siapapun.

Mengapa Bitcoin begitu populer dan harganya melambung?

Coba bayangkan sejenak, andaikan kamu memiliki seorang Paman yang sudah lama merantau ke USA, lalu kemudian dia sedang beruntung dalam bisnisnya dan ingin memberimu hadiah, dia ingin mengirimkan uang senilai $1000 (sekitar Rp.14,5juta). Apa yang akan kamu lakukan?

Mengirimkannya nomor rekening bank-mu, kan?

Bagaimana kalau tiba-tiba presiden USA melakukan pemutusan hubungan moneter dengan seluruh negara-negara di Asia? Jadi bank di Indonesia tidak bisa menerima ataupun transfer ke/dari bank di USA? Bagaimana kalau bank menaikkan fee untuk memproses pengiriman uang itu?

Atau yang paling sederhana, bagaimana kalau hari ini hari Jumat sore? Bank sudah berhenti beroperasi dan harus menunggu hingga hari Senin?

Bagaimana kalau… -ah!

Sepertinya kamu sudah mengerti maksudku. Selama ini, kita sangat tergantung pada pihak ketiga dalam memproses transaksi finansial kita. Bahkan yang paling mendasar dari semua ini, bagaimana kalau kamu tidak punya rekening di bank?

Bitcoin mempelopori cryptocurrency sebagai solusi untuk the unbanked

Menurut data KPMG (2016), lebih dari 70% penduduk Asia Tenggara, tidak memiliki rekening bank/akses perbankan. Tidak heran bila pertumbuhan ekonomi kita masih sangat tertinggal dibandingkan negara-negara maju lainnya.

Di sinilah awalnya Bitcoin bisa menjadi solusi. Bitcoin, sebagai cryptocurrency, memungkinkan siapapun untuk mengirimkan nilai kepada siapapun, di manapun, kapanpun, tanpa memerlukan bank, tanpa perlu menghadapi regulasi pemerintah manapun.

Ide semacam ini beberapa dekade lalu sangat berkesan sangat utopis, namun hari ini telah menjadi kenyataan. Gayung bersambut, dunia mungkin sudah sangat muak dengan keadaan ekonomi yang dipengaruhi kondisi politik dan monopoli negara-negara adidaya dan para kapitalis institusi perbankan.

Pada saat ide ini bermanifestasi dalam wujud Bitcoin, para pemberontak dan komunitas bawah tanah mulai aktif menggunakan Bitcoin sebagai alat tukar. Sejak saat itu harga Bitcoin pun semakin menanjak naik, seiring semakin banyak vendor-vendor yang menerima Bitcoin sebagai pembayaran, para spekulan pasar pun mulai melirik Bitcoin.

apa itu bitcoin

Tapi, kenapa Bitcoin memiliki nilai? Kenapa orang mau membelinya?

Karena kenaikan harga pada Bitcoin merupakan sebuah bentuk kepercayaan publik pada mata uang digital crypto ini. Karena orang-orang percaya, Bitcoin bisa menjadi solusi untuk memperbaiki sistem keuangan dunia saat ini.

Memangnya apa yang salah dengan sistem keuangan saat ini?

Pertanyaan ini hanya bisa dijawab bila kita menggali lebih jauh mengenai konsep moneter. Konsep keuangan dan perbankan.

Apa itu Uang?

Uang adalah sebuah alat yang kita gunakan untuk merepresentasikan nilai. Misalkan, kamu meminta bantuan jasaku untuk melakukan sesuatu, lalu untuk jasa tersebut kamu membayarku dengan sebentuk uang yang setara nilainya dengan jasaku. Maka, nantinya akupun bisa menggunakan uang tersebut dengan nilai yang aku butuhkan dari orang lain.

Pada masa lampau, uang ini memiliki banyak bentuk. Beras, garam, kulit kerang, hingga akhirnya emas pernah digunakan oleh leluhur kita sebagai bentuk uang yang memudahkan untuk saling bertukar nilai.

Intinya, uang adalah suatu bentuk yang digunakan masyarakat untuk merepresentasikan nilai yang mereka yakini bersama bahwa sebentuk uang tersebut akan tetap mempertahankan nilai tersebut di masa yang akan datang.

Uang Kertas

Manusia terus berevolusi dan berkembang, lama kelamaan membawa emas batangan kemana-mana sangat merepotkan dan berbahaya. Akhirnya mereka sepakat untuk menciptakan konsep uang kertas.

Pada saat itu beberapa institusi yang dipercaya memberikan pelayanan untuk menyimpan dan menjamin emas-emas masyarakat. Sebagai gantinya, mereka mengeluarkan sebentuk kertas (semacam sertifikat) yang menyatakan nilai dari emas yang disimpan setiap orang.

Jadi, sejak saat itu orang-orang tidak perlu lagi repot-repot membawa emas kemana-mana, dan saat membutuhkan emas untuk bertransaksi, mereka tinggal memindahtangankan sertifikat/uang kertas tadi. Ketika mereka membutuhkan emasnya, mereka tinggal mendatangi institusi yang mengeluarkan sertifikat tadi untuk mencairkan emasnya.

Institusi ini kita kenal sebagai Bank.

Uang Fiat

Jadi, pada awalnya semua uang kertas memiliki emas yang menopang nilainya secara fisik. Namun semuanya berubah sejak negara api menyerang. #eh

Ya, begitulah. Agak rumit memang kalau dibahas, tapi intinya umat manusia tiba pada satu situasi di mana akhirnya masyarakat mengijinkan pemerintah dan bank untuk mencetak uang kertas tanpa ada emas yang menopang nilainya.

Loh? Berarti uang kertas sekarang nggak ada nilainya dong?

Hmm… Seperti yang kubilang, rumit.

Jadi begini, Negara ‘menjamin’ nilai dari uang tersebut. Dengan kata lain, yang menopang nilai dari uang kertas saat ini adalah kepercayaan masyarakat pada negara tersebut.

Sistem fiat money ini jelas memiliki banyak kelemahan:

  • Tersentralisasi: Seluruh sistemnya dikuasai dan dikendalikan oleh satu otoritas, yaitu pemerintah. Sehingga pengguna hanya bisa menerima dan mempercayai saja.
  • Tidak terbatas suplainya: Jumlah emas di dunia ini terbatas, tidak ada orang yang bisa memasak emas (ala-ala Alchemist). Sedangkan uang kertas bisa dicetak oleh pemerintah dan bank sentral kapan saja tanpa diketahui oleh masyarakat. Jangan heran bila semakin tahun nilai uang kertas yang kamu simpan justru semakin berkurang, berbanding terbalik dengan emas bukan?

Uang Digital

Seiring perkembangan teknologi yang semakin maju, institusi mulai menggunakan nilai digital dari uang ketimbang mencetak uang tersebut dalam bentuk fisik. Pada saat kamu melakukan transfer uang antar bank, mengisi saldo e-wallet atau transaksi kartu kredit, yang berpindah adalah nilai digital.

Semakin hari kita semakin jarang menggunakan uang kertas dan beralih pada uang digital ini. Namun, hal ini bukan sesuatu yang bisa dengan mudah untuk langsung diterapkan pada setiap aspek.

Ada sebuah masalah dalam konsep ‘uang digital’ ini. Karena uang ini digital, artinya berbentuk sebongkah data, maka bagaimana bila seseorang bisa tinggal meng-copy-paste data dari uang digital itu berulang-ulang? Karena data mudah untuk di-copy-paste, tidak seperti uang kertas yang sulit untuk dipalsukan. Masalah ini disebut ‘double spending‘.

Itulah sebabnya dalam penerapan uang digital, sentralisasi tetap menjadi pilihannya. Jadi, hanya institusi seperti bank yang akan menyimpan data dari uang digital ini. Bank memiliki komputer yang menyimpan semacam buku kas besar yang mencatat berapa jumlah saldo setiap orang, hanya catatan data ini yang sah kita akui sebagai uang.

Bagaimana kalau bank salah? Atau katakanlah ada ‘kesilapan‘?

Nah, ini dia pertanyaan sejuta dollar! Tapi, FYI, sudah beberapa usaha dilakukan sejak dulu, namun belum ada solusi untuk masalah double spending ini selain mempercayai institusi bank sebagai otoritas sentral. Bank mempercayai komputer-komputernya, dan kita pun hanya bisa percaya pada bank.

Memangnya kenapa kalau tersentralisasi?

Bukannya sok edgy atau rebel jadi selalu kontra pemerintah. Ada banyak hal yang memang lebih baik bila tersentralisasi untuk diatur dan dijalankan oleh pemerintah, namun kita percaya, uang bukanlah salah satunya.

Karena uang seharusnya merepresentasikan nilai. Uang harus netral, tidak dipengaruhi oleh politik dan regulasi dari otoritas negara atau siapapun.

Sentralisasi pada uang akan membuatnya rentan terhadap: Korupsi, Mismanajemen dan Kesewenangan.

Perkenalkan, Bitcoin.

Pada suatu malam, 3 Januari 2009, seseorang (atau sekelompok orang) yang menggunakan pseudonym Satoshi Nakamoto, melahirkan blok pertama dari Bitcoin ke dunia ini. Sejak saat itu semakin banyak penggiat teknologi dan internet (yang tergabung dalam Bitcoin Foundation) bahu membahu memperkenalkan Bitcoin pada dunia sebagai solusi untuk uang digital.

Bitcoin mampu mematahkan masalah double spending tanpa menggunakan sistem otoritas sentral menggunakan teknologi blockchain. Penggunaan blockchain ini pula yang membuat Bitcoin bersifat transparan, tidak seperti perbankan yang tertutup dan seluruh informasi hanya dikuasai oleh bank.

Keunggulan Bitcoin dibandingkan Perbankan Konvensional

  • Bitcoin terdesentralisasi, tidak seperti bank yang menjadi satu-satunya otoritas tunggal yang berhak mencatat semua kepemilikan/saldo orang-orang. Bitcoin menggunakan platform blockchain yang berisi jutaan komputer yang 24/7 non-stop mencatat bersama-sama seluruh data transaksi Bitcoin siapapun, kapanpun, di manapun tanpa bisa dimanipulasi/dicegah oleh siapapun.
  • Bitcoin sangat efisien, tidak terikat pada regulasi pemerintah, biaya transfer yang murah, bisa dikerjakan langsung dari ponsel-mu, bisa diverifikasi secara transparan oleh semua orang, namun tetap privat (end-to-end).
  • Kepemilikan Bitcoin adalah mutlak, tidak seperti bank yang kapan saja bisa membatalkan transfer-mu atau bahkan membekukan uang di rekening-mu, Bitcoin-mu sepenuhnya milikmu, sepenuhnya dalam kendalimu selama kamu memegang Private Key-nya dengan aman.
apa itu bitcoin
Harga Bitcoin yang mengalami lonjakan dalam 2 tahun terakhir

Apa yang menentukan berapa Harga Bitcoin?

Tadi kita sudah membahas tentang konsep uang pada awalnya adalah menyimpan nilai yang ditopang oleh emas sebagai komoditas fisik yang benar-benar memiliki nilai/harga pada saat ini dan pada saat nanti (future).

Emas memiliki nilai karena emas merupakan logam mulia yang secara universal diakui berharga karena untuk menghasilkannya harus ditambang, ada usaha yang diperlukan, dan usaha tersebut merupakan nilai.

Menambang Bitcoin

Bitcoin bisa ada karena dihasilkan dari usaha para peserta blockchain yang turut berpartisipasi mengoperasikan komputer mereka sebagai node untuk memproses rantai data transaksi dalam blockchain Bitcoin. Atas usaha mereka, para komputer ini mendapatkan reward berupa Bitcoin.

Para ‘penambang‘ Bitcoin ini memerlukan perangkat komputer yang mumpuni (tingkat kesulitan algoritma semakin meningkat, sehingga perangkat harus terus diperbarui), sambungan internet kecepatan tinggi dan biaya listrik yang cukup besar. Semua ini merupakan cost/biaya dasar untuk menghasilkan Bitcoin, pada awalnya cost ini menjadi patokan awal nilai dari Bitcoin.

Pasar Bitcoin/ Bitcoin Trading.

Tidak semua orang mampu mengoperasikan node dan menambang Bitcoin, kebanyakan orang lebih memilih untuk membelinya agar bisa melakukan transaksi menggunakan Bitcoin dari pada harus menambangnya.

Pada awal 2010, Bitcoin Market muncul sebagai pasar Bitcoin pertama, disusul oleh Mt Gox. Di sana orang-orang mulai melakukan penawaran dan permintaan (asks & bids) untuk Bitcoin.

Apa yang mempengaruhi harga pada pasar? Tentu saja ketersediaan penawaran vs. permintaan (supply vs. demand). Namun yang tidak kalah penting adalah total supply, yaitu jumlah maksimum dari komoditas yang diperdagangkan.

Total Supply Bitcoin adalah 21 juta Bitcoin saja. Tidak akan lebih dari itu, sementara tingkat kesulitan untuk menambang block Bitcoin terus bertambah dan rewardnya terus berkurang setengahnya setiap 4 tahun.

Inilah yang disebut dengan Bitcoin’s Scarcity, atau Kelangkaan Bitcoin. Sehingga nilai Bitcoin semakin tahun semakin menanjak naik. Karena permintaan cenderung lebih banyak dari pada ketersediaan.

Tidak heran bila saat ini banyak sekali orang menjadikan Bitcoin sebagai salah satu bagian dari portofolio investasi jangka panjangnya. Karena bila dibandingkan dengan emas, kecepatan pertumbuhan nilai Bitcoin beberapa kali lipat lebih besar hanya dalam 10 tahun pertama kemunculannya.

Bisakah menukarkan Bitcoin dengan Rupiah?

Tentu saja bisa, kamu bisa membeli atau menjual Bitcoin dengan mata uang Rupiah. Saat ini ada beberapa exchanger resmi yang aku rekomendasikan untuk kamu gunakan:

  • Indodax, exchanger paling populer di Indonesia. Silakan cek artikel ini untuk panduan membeli Bitcoin di Indodax.
  • Luno, salah satu aplikasi dompet/wallet Bitcoin yang juga menyediakan cara mudah membeli Bitcoin menggunakan Rupiah.

Selamat! Sekarang kamu lebih memahami apa itu Bitcoin dibandingkan 90% orang lain di sekitarmu.

Bitcoin masih berada di tahap paling awal dari perkembangannya. Masih bayi! Baru segelintir orang yang mau mempelajari secara utuh tentang apa itu Bitcoin dan fenomena cryptocurrency yang ajaib ini.

Jangan berhenti belajar! Bila kamu ingin benar-benar terlibat atau berniat untuk menjadikan Bitcoin sebagai salah satu investasimu (atau bahkan sumber pemasukanmu), kamu bisa lanjut membaca beberapa artikel lain tentang konsep Blockchain, tentang cryptocurrency, tentang wallet Cryptocurrency, dan tentang trading cryptocurrency.

Terima kasih sudah membaca sampai sejauh ini, bila kamu memiliki pertanyaan terkait tentang apa itu Bitcoin, silakan menuliskannya di kolom komentar atau boleh juga menyapaku lewat Twitter.

Give me six hours to chop down a three, I will spent the first four hours to sharpen my axe.

Abraham Lincoln

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

10 − 5 =