Perkenalkan, HIVE. Masa depan dari Media Sosial dan Web 3.0 berbasis Blockchain

TLDR; Apa itu HIVE?
HIVE adalah sebuah blockchain fenomenal yang ramah masyarakat awam. Di saat hampir semua blockchain lain fokus pada aspek teknis dengan bahasa pemrograman yang tinggi, HIVE hadir dengan ‘bahasa’ yang lebih akrab dengan masyarakat awam: Media Sosial.

Kamu mungkin berpikir, ‘another facebook wannabe?‘ 🤔

Lebih dari itu kawan. Di HIVE, kamu bisa mengeluarkan idemu, membuat konten, menulis tentang banyak hal, menggambar, menyanyi, desain, kulineran, bermain game, traveling, dan semua hal yang bisa kamu bayangkan untuk kamu ‘Share‘, selayaknya kamu membagikan sesuatu (sharing) di Media Sosial lainnya.

Loh? Apa bedanya HIVE dengan facebook, blogging, instagram, youtube dll.?

Nah, di platform-platform yang baru kamu sebut tadi, semuanya itu centralized. Artinya terpusat, hanya dikendalikan oleh satu pihak, karena memang pemegang otoritasnya adalah pemilik platform itu. Apapun yang kamu post di sana, tidak sepenuhnya milikmu lagi.

Mirip dengan membangun rumah di tanah orang lain.

Jangan heran bila platform itu bisa seenaknya melakukan sensor terhadap kontenmu, mencegah orang lain melihat kontenmu (contohnya: limitasi di facebook atau shadowban di instagram), bahkan yang paling ekstrim, bisa menghapus semua konten hasil jerih payahmu tanpa sepengetahuanmu.

Entah sudah berapa banyak cerita sedih tentang ini, kreator-kreator yang sudah susah payah mengumpulkan ribuan pengikut selama bertahun-tahun, bisa kehilangan seluruh audiensnya dalam sekejap. Padahal audiensnya itu masih berada di platform yang sama, mereka hanya tidak bisa melihat update dari kreator itu karena pemilik platform menginginkan si kreator untuk membayar layanan premium agar pengikutnya bisa melihat update/post terbarunya. Gila!

Pengguna Media Sosial adalah Content Creator

Banyak pengguna media sosial tidak menyadari bahwa mereka semua adalah Content Creator!

Ya, content creator bukan hanya mereka yang memiliki jumlah follower besar, atau artis/selebriti yang selalu mengunggah karya-karyanya. Ingat, content creator adalah kreator konten, bukan kreator seni.

Jadi, apabila kalian aktif di media sosial, baik itu share foto, share pendapat, share kisah-kisah keseharian, share motivasi, share tips/trik, share resep masakan, share foto traveling, berdiskusi di grup, ikut mendukung sebuah cause atau pergerakan, atau hanya sekedar saling sapa dan keep in touch dengan sanak saudara atau teman-teman, itu semua adalah konten!

Coba bayangkan, sebuah media sosial tanpa orang-orang yang melakukan kegiatan sharing seperti contoh-contoh barusan?

Itu media sosial atau media kubur?

Angker, bos! 🤣

Traffic Monetary Value

Masih ingat kenapa dulu begitu ramai orang menggunakan media sosial?

Alasan terbesar adalah: Relasi.

Orang-orang awalnya menggunakan media sosial untuk bisa berkomunikasi dengan sanak-saudara yang mungkin berjauhan, teman-teman masa lalu dan para kolega yang perlu dijaga kedekatannya. Namun, kebutuhan ini bertumbuh menjadi sebuah peer pressure, di mana orang-orang membuat akun hanya karena mayoritas teman, saudara dan kenalannya ada di media sosial itu.

Lantas, siapa yang diuntungkan di sini?

Tentu saja pemilik platform.

Para pengguna bisa saja mengaku diuntungkan, mengaku menerima manfaat karena bisa selalu terhubung dengan teman/keluarganya melalui media ini dengan gratis.

Benarkah gratis?

if the service is free, you're the product

If you are not paying for it, you’re not the customer; you’re the product being sold

Andrew Lewis (blue_beetle)

Content Creator menjadi Komoditi dan Sapi Perah

Platform-platform media sosial melakukan hal yang sama pada para penggunanya yang datang dengan sukarela menyetorkan informasi pribadi mereka, foto-foto terbaru, preferensi dan pola hidup mereka.

Mereka menjualnya!

Kehadiran para pengguna media sosial membawa traffic (istilah untuk tingkat keramaian kunjungan ke sebuah situs di internet). Seperti biasa, di mana ada keramaian, di situ para kapitalis mengambil kesempatan.

Keramaian dari traffic ini menjadi sasaran para pemasar untuk mengiklankan produk-produk mereka. Suka tidak suka, para pengguna harus terpapar dengan iklan-iklan ini setiap hari. Bahkan iklan ini akan terus mengikuti, meskipun si pengguna tidak sedang menggunakan platform tersebut. Stalker!

Meski beberapa kreator konten merasa mendapat bagian dari keuntungan yang dihasilkan oleh platform, namun sesungguhnya itu tidak sebanding dengan seluruh eksploitasi yang sudah terjadi.

Lambat laun para kreator konten ini akan menyadari bahwa mereka hanya menjadi sapi perah dari pemilik platform-platform tersebut. Karena hanya masalah waktu, platform bisa menyensor, melakukan shadowban, mengucilkan bahkan menghapus seluruh keberadaan pengguna yang dianggap tidak lagi menguntungkan bagi platform (atau mengganggu kepentingannya).

Otoriter? Kejam? Diktator? Tirani?

Apa lagi yang kalian harapkan dari sebuah sistem yang centralized dan hanya dijalankan secara sepihak oleh pemiliknya hanya untuk keuntungan si pemilik itu sendiri. //This is my kingdom come//

Lawan!

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!

Wiji Thukul, 1986

Sebuah sistem di mana wewenang dan kekuasaan hanya dikendalikan oleh satu pihak saja cenderung akan menjadi tirani.

Kebebasan menyampaikan pendapat, berbicara, berekspresi adalah hak asasi manusia yang harus dijaga. Jangan sampai diberangus oleh raksasa teknologi manapun.

Saat ini mulai ada kegerakan untuk melawan sentralisasi pada media sosial dan media lainnya. Teknologi blockchain dianggap sebagai solusi terbaik untuk melawan sentralisasi dan ancaman censorship dari institusi manapun.

Enter, HIVE Blockchain…

HIVE adalah sebuah public blockchain, artinya tidak ada otoritas atau pemilik tunggal. HIVE dijalankan secara konsensus oleh seluruh komunitasnya. Sebuah demokrasi yang sesungguhnya!

Jadi, semua konten yang kamu buat dan publikasikan di blockchain HIVE tidak akan bisa diganggu gugat oleh siapapun! Anti-censorship! Tidak bisa hilang juga, tidak bisa dihapus dan dimanipulasi dengan cara apapun.

Yang tidak kalah penting lagi, bukan hanya privasimu sangat terjaga, tetapi seluruh informasi dan konten yang kamu bagikan merupakan properti pribadimu, dan kamu berhak memonetisasinya sendiri!

Kamu bisa menghasilkan uang dari kontenmu tanpa harus bergantung pada agregator iklan (yang sangat tidak ramah pada kreator kecil), karena di HIVE, komunitas itu sendiri yang akan mengapresiasi dan memberikan kontenmu nilai (upvote, seperti ‘Like‘ di Facebook, IG atau Twitter). Nilai Upvote ini akan langsung terakumulasi dalam hitungan USD yang akan kamu terima 7 hari kemudian.

hive upvote

Nominal uang dari Upvote ini akan dibagi 50:50 untukmu sebagai kreator konten dan orang yang mengurasi (memberi kurasi, memberi Upvote). Jadi orang-orang juga senang mengurasi konten yang bagus, karena mereka juga menerima hasil yang seimbang. Tidak akan ada orang yang pelit, dong.

Nah, coba bayangkan, kalau ‘Likes’ yang selama ini kamu dapat di Instagram, FB atau Twitter ternyata bisa seperti Upvote di HIVE. Entah sudah berapa banyak uang yang kamu hasilkan hanya dari bermedia sosial?

hive ecosystem

HIVE bukan hanya untuk bermedia sosial saja, sebagai sebuah Blockchain, HIVE bisa menjadi pondasi untuk berbagai macam aplikasi/platform yang mempertemukan orang-orang dengan hal-hal yang berhubungan dengan minat mereka.

Mulai dari forum, blog, video blogging (seperti YouTube), aplikasi fitness/olahraga forum Sains dan Teknologi, hingga games (permainan). Apapun minatmu, semua kontent yang kamu buat akan dipublikasikan di HIVE blockchain, selamanya jadi milikmu, tidak bisa dihapus atau di-ban oleh siapapun!

Bergabung dengan Revolusi HIVE Blockchain

Setelah berkenalan dengan HIVE melalui penjelasanku di atas, aku harap kalian mulai bisa memahami kenapa kita harus benar-benar melakukan sesuatu untuk memastikan kebebasan bersuara tetap menjadi hak asasi manusia yang harus kita jaga.

Terlebih di era digitalisasi ini, di saat teknologi membuat komunikasi semakin mudah dan selalu terkoneksi, pastikan kamu memiliki suara yang kuat. Biasakan dirimu untuk berani berpendapat, berani bersuara. Tulislah atau rekamlah, tunjukkan pada dunia, kalian itu bukan cuma statistik.

Bergabunglah dengan Revolusi HIVE!

join hive revolution

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*

5 × one =